Chocolateva's fruit

try to be usefull person,simplify,share,and smiled ^^

… Hujan (part 2) ….


Bismillah…

Sedikit epilog ^^ ketika terselip ditengah2 besi beroda empat, tiba2 hujan mengguyur kami, membasahi daun hijau segar, mengubah aliran air pinggir jalan menjadi coklat susu. Coklat susu… hmm melewati tempat penghasil coklat di kota ini tiba2 aroma itu merasuk sepintas memecah keheninganku menikmati air penuh berkah itu =) hujan… Alhamdulillah….

Sepanjang perjalanan kuamati ragam mimik orang hilir mudik, menanti hujan berhenti, termenung, berlari, tidur, bersendau gurau dan bahkan marah. Sudut bibir pun tersungging membentuk simpul =) Hujan… menawarkan ekspresi yang berbeda-beda. Namun hati tetap teguh, sungguh hujan tetap membuatku tenang, senang dan lapang. (maaf kalau pun terlalu berlebihan, tapi memang begitu adanya =p) Thank you Allah…^^

Bukan maksud hati bersenang-senang di atas penderitaan orang lain….
Ketika tumpukan sampah itu seakan-akan membuat hujanlah yang menjadi kambing hitam dan berujung dengan musibah berkepanjangan…Banjir… Sebenarnya tak sepatutnya saling menyalahkan, salah siapa dan mengapa begini, kenapa begitu, harusnya begini, dan ke depannya begitu.. bismillah.. mulailah dari kita untuk membuang sampah pada tempatnya, menjaga lingkungan semampu kita dan menikmati alam dengan keramah-tamahan =) (Teringat teman yang selalu mengkampanyekan green life style ^^b )

Bukan maksud hati nampak tegar ketika orang lain ketakutan…
Petir dengan kilatan cahaya terangnya disertai gemuruh yang menggelegar. Memang nuansa itu tak sedikit membuat orang menjadi panik, dan takut namun bukan takut yang seharusnya… bukan takut karena nikmat yang Allah berikan kepada kita dan kita menjadi tidak bersyukur bukan karena dahsyatnya ciptaan yang Allah tunjukkan kepada kita, melainkan takut akan banjir.Astagfirullah ya Rabb, kuatkanlah kami akan ujianMu. Mudahkanlah urusan kami. Jadikan kami semakin bersyukur.

Bukan maksud hati untuk tetap tenang di saat orang-orang mulai cemas mempertanyakan kapan hujan akan berhenti…
Yah…yang satu ini mungkin lebih indah ketika kita merasakan dan menikmatinya..menenangkan.. menentramkan…=) Walau terkadang urusan yang sulit telah mengubah nikmat hujan itu menjadi suasana yang rumit. Namun bukankah tetap menenangkan?? (=p maafkan jika terlampau memaksa…^^)
Hujan pun mengajarkan kita untuk menyikapi emosi.. akankah menjadi sabar ataukah menjadi marah…
akankah menjadi tenang ataukah menjadi panik… akankah menjadi bersyukur ataukah menjadi cemas… akankah menjadi renungan ataukah menjadi pelampiasan….

Hujan.. mengajarkan kita untuk memaknai suatu perubahan.. bahwa untuk mencapai tujuan, proseslah yang membawa kedewasaan dan membuat kita semakin kuat menghadapi ujian hidup, bukan semata-mata pada hasil… Yah..memang tak sedikit yang beranggapan hasil sebagai parameter.. memang itupun tidak salah menurutku.. namun bukan berarti usaha yang selama ini dilakukan menjadi sia-sia. Bukankah proses itulah menjadikan kita dapat menikmati hasil..Allah tidak akan mensia-siakan usaha hambaNya. Allah akan mengikuti prasangka hambaNya.Begitulah layaknya hujan.. siklus evaporasi, menjadi gumpalan awan, bercampur dengan deru angin, tumpahlah air istimewa itu membawa manfaat ke bumi ini =) begitulah hingga kita pun berangan menantikan pelangi menyapa… Namun, akankah setiap hujan itu selalu ada pelangi?? Setiap pertanyaan sebenarnya kita pun telah memiliki jawaban abstraknya, hanya saja terkadang membutuhkan kepastian, kemantapan hati dan jawaban pasti.

Hasil yang direpresentasikan hujan..ketika pelangi muncul membuat kita bahagia dan tak jemu memandangnya…ketika air setinggi mata kaki mengisyaratkan akan adanya banjir yang membuat saling mempertanyakan dan mempersalahkan….Ketika ketidakpastian menggelayut menanti kapan hujan berhenti dan apa yang dilakukan… senang dan sedih, tawa dan marah, menanti dan menikmati,…. bukankah ketidakpastian tetap dapat menjelma menjadi sesuatu yang indah.. tetap indah pada waktunya…

Untukmu saudariku,begitu pula berlaku untukku, rencanaNya telah dipersiapkan, padaNyalah seharusnya menggantungkan harapan, menjalani hari ini dan menanti hari esok,dan atas ridhoNyalah niat tersemat. Ketika orang yang terlihat tegar atau berusaha tegar padahal sedang rapuh di dalamnya. Ketika orang yang terlihat rapuh atau sedang rapuh padahal sangat tegar kenyataanya. Entahlah tak ada yang benar-benar tahu selain kita dan Sang Maha Pencipta. Dan Sang Maha Mengetahui tak akan meninggalkan kita.
Prasangka,praduga, mudah-mudahan senantiasa membawa energi postif.

Untukmu saudariku, begitu pula berlaku untukku. Ketika Allah menguji dengan kesenangan dan kesedihan. Ketika niat dan semangat tiba-tiba membuncah atau menyurut. Ketika kita dibutuhkan dan sedang membutuhkan. Ketika amanah yang diberikan kepada kita, bukan karena kita ingin amanah ini dan itu, melainkan karena dengan amanah ini pada kita berarti kita dipercaya untuk melakukan ini dan itu. Tak ada yang lepas dari penglihatanNya. Everything happens for a reason..there is no coincidence…

Untukmu saudariku, begitu pula berlaku untukku. Ketika kita merasa sendiri walau ditengah keramaian,atau kita merasa ramai walau kita sedang sendirian.. Tak akan pernah tahu kapan itu akan terjadi.Siapapun yang berada di sekitar kita sekarang, memiliki peran dan perasaan yang entah sedang bersinergi dengan kita ataupun tidak. Namun, sungguh senang ketika kita bisa berbagi, bisa membaca dan merasa,saling mendukung dan mengingatkan, walau dengan representasi berbeda. Ilmu ikhlas.. ajarkan pada kami ya Rabb, ikhlas tanpa ujub dan ria, ikhlas tanpa mengharap imbalan..Namun hanya Allah yang bisa membolak-balikkan hati.

Ketika kita senang melihat orang lain senang, ketika kita merasa sedih ketika orang lain bersedih. Tetap optimis dan positif. Tetap berusaha memperbaiki diri dan mengenali situasi. Bersama-sama berusaha memberikan yang terbaik, bersama-sama menapaki jalan penuh manfaat, bersama-sama meraih mimpi tertinggi, bersama-sama saling mendukung untuk mendapatkan ridhoNya. Tersenyum dalam suatu ukhuwah hingga Allah tersenyum melihat indahnya ukhuwah.

Karena kita bukanlah siapa-siapa, bagaikan butiran pasir di lautan, ampuni kami ya Rabb
Mudah-mudahan hujan senantiasa mengingatkan kita…^^

4 comments on “… Hujan (part 2) ….

  1. arum
    August 27, 2010

    like this so much, va…

    hrs belajar banyak dr eva. bismillaah!🙂

  2. fish6chan
    September 2, 2010

    Bagus buu… =)
    Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran ” ( Al Baqarah ( 2) : 269 )

  3. dinarkha
    April 15, 2011

    subhanalloh .. keren.. bolehkah saya ijin share?😀

    • chocolateva
      April 27, 2011

      alhmdllh🙂 silakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 26, 2010 by in just wanna say and tagged , .
August 2010
T W T F S S M
« Jul   Oct »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Blog Stats

  • 69,938 hits
%d bloggers like this: