Chocolateva's fruit

try to be usefull person,simplify,share,and smiled ^^

Bersinarlah mutiara hati…


Bismillahirohmanirrohim ^^

Jemari menari dengan menyebut asmaNya
Bola mata bersinergi dengan hati yang berorasi
Kedua sudut bibir menghiasi sepenggalah waktu
Berharap sinar cahayaNya menembus hati
Seseorang yang terdampar disudut dunia
Mencoba mengeja dirinya

^^ hmm bukan bermaksud puitis, hanya saja ingin sedikit meluapkan unek-unek dalam benak. Aku bukanlah siapa-siapa. Sebelum jauh berkata dan bergerilya, sekali lagi aku hanyalah orang yang ingin, ingin sekali memperbaiki diri. Mungkin akan ada orang yang beranggapan aku belum pantas untuk bercerita, bahkan mencoba untuk ikut membuka wacana. Tapi hanya ingin mengukir waktu ini bersama saling mengingatkan. Atau mungkin saat aku diberi kesempatan untuk lanjut usia, aku tak mampu untuk mengingat sepenggal perjalanan hidup.Sungguh biarkan sinar cahayaNya menembus hati =)

Saudariku, ketika aku menginjakkan kaki ditempat ini,terpesona melihat sosok-sosok anggun perempuan berhijab rapi. Jilbabnya longgar menjulur menutupi dada, nampak anggun dan nyaman. Sempat terpikir olehku, kenapa harus sepanjang itu, bukankah sama-sama mengenakan jilbab, apa bedanya? alhamdulillah, ketika itu aku sudah diperkenankanNya menggunakan jilbab, dan tak sepanjang perempuan anggun itu. Berbekal beberapa potong baju panjang, celana dan rok panjang, satu lagi, jaket yang senantiasa menemani ketika aku
mengenakan kaos pendek. Jarang aku melihat perempuan anggun itu memakai celana panjang. Rok yang melekat semakin membuatnya cocok.

Saudariku, Jika terlintas untuk berpikir seperti apa aku sekarang ini, dengan pertanyaan yang bertubi-tubi tadi. Aku mohon hapuslah pikiran itu dalam benakmu. Aku hanya ingin bercerita, tentang indahnya nafas islam dari perempuan-perempuan anggun tadi. Izinkan aku sebentar untuk menjadi seorang penulis kisah nyata.

Beruntunglah seorang muslimah yang berhijab, karena salah satu perintah berhijab adalah untuk seorang muslimah. Aku bertanya sekali lagi, kali ini nampak pemikiranku berdebat dengan perasaan. Perempuan
itu sungguh meneduhkan.Tiap geraknya tetap nyaman, sopan dan bertujuan. Alhamdulillah, aku berhasil mematahkan pendapatku tentang menghijabi hati terlebih dahulu, mengalahkan rasa gerah dan ribet mengenakan jilbab. Berpikir ke masa itu, alhamdulillah jilbab sama sekali tidak membuatku gerah atau merasa ribet. Islam bukan ajaran yang ribet atau menyusahkan, justru banyak ajaran islam yang memudahkan umatnya, Namun bukan berarti kita mengentengkannya. Islam adalah jalan menuju bahagia,hmm satu kalimat ku temukan di belokan perjalananku ini.

Saudariku, ketika itu aku tetap berpikir nyaman menggunakan jilbab seperti ini, toh juga sudah menutupi rambut dan leherku, tapi tak sepanjang perempuan itu.Namun aku tetap suka melihat mereka, dan terlintas aku ingin seperti mereka, suatu ketika.Aku takut menggunakan tata pakaian yang sama dengan perempuan itu, perempuan yang juga senantiasa menggunakan kaos kaki. Apalah aku ini, ibadahku pun masih acak-acakan. Bagiku, pastilah pakaiannya tercermin dari hatinya. Astagfirullahaladzim, aku tidak ingin menghakimi, aku hanya ingin menyampaikan perasaanku ketika itu.

Saudariku,terlepas dari semua itu, aku dihantarkanNya untuk bertemu dengan orang-orang hebat, orang-orang yang menginspirasiku. Terimakasih, semoga Allah melimpahkan pahala dan istiqomah padamu.

Beruntunglah orang yang bisa mengenakan jilbab karena niat dari dirinya dan dukungan orang sekitar. Karena masih ada orang yang terhalang mengenakan jilbab, ketika sudah berniat tapi tidak ada dukungan.
Beruntunglah orang yang senantiasa menjaga hijabnya, tetap istiqomah. Karena tidak jarang pula, jilbab lepas dari dirinya.Beruntunglah orang yang di sekelilingnya saling mengingatkan untuk berhijab, dari tingkah laku atau kata. Karena masih banyak yang tergoda untuk melepasnya.

Saudariku, seiring berjalannya waktu, salah satu perempuan tadi mengajakku mengikuti suatu kajian,bercengkerama bersama di dalam masjid, bertemu dan diperkenalkan dengan teman-teman. Awalnya memang bosan, karena aku belum menemukan hangatnya ukhuwah itu. Tapi kini aku merindukannya. Tilawah bersama, padahal aku belum tahu, arti tilawah, hanya menebak, kami menyebutnya tadarus, membaca Al Quran. Aku diajak shaum, apa itu, oh ternyata tidak beda dengan puasa. Aku diajak tahajud, shalat dhuha, shalat rawatib. Semakin menarik pikirku. Apalagi ketika berkesampatan dan diizinkan meneteskan air mata di tengah kesunyian.Banyak kata yang tidak aku mengerti, tapi semakin sering aku dengar.

Ukhti, ketika kata itu mulai terbiasa terlontar. Akhi, Ikhwan, akhwat sungguh betapa beruntung dapat berkumpul dengan oang-orang yang saleh. Jernihkan pandangan, jauhkan jurang pemisah jika itu sempat terlintas dalam pikiran ketika mendefinisikannya.

Kini sedikit demi sedikit ingin aku menjaga dan mempelajarinya, tilawah adalah membaca al Quran. Shaum itu puasa,tadabur itu memahami, tarbiyah itu belajar, membina, tahfidz itu menghafal, syuro itu rapat.

Saudariku, mengenakan jilbab seperti perempuan itu, adalah cerminan dan ajakan dari hati. Tanpa tekad dan niat, argumen-argumen kita akan mampu mematahkannya.Padahal, berpakaian seperti perempuan dengan
jilbabnya itu, akan semakin mengajaknya untuk dekat dengan Allah, mempertanggung jawabkannya, belajar menjaganya sedikit demi sedikit, belajar mengisi kekosongan hatinya, sedikit demi sedikit, hingga akhirnya sangat nyaman dan mengatakan kenapa tidak sedari dulu.

Kaos kaki, bagaimana dengan kaos kaki? bagaimana jika tiba-tiba berubah seperti perempuan dengan jilbab anggun itu. Salah satu perempuan yang berjilbab anggun itu bercerita, ternyata kisahnya tak jauh beda, bahkan lebih mengesankan perjuangannya untuk berhijab, pernah mengalami fase ini, fase untuk menjawab pertanyaan tadi. Karena jika tidak mencoba, maka tidak akan merasakan. Proses yang indah. Kaki adalah aurat.

Saudariku, panjang pendek hijab bukanlah ukuran. Apalah arti penampilan luar jika tidak disertai mutiara di dalamnya. Namun, usaha dan istiqomah juga bukan sesuatu yang mudah. Berkawanlah dengan niat, sabar dan senyum, dengan perantara ilmu. Biarkan sinar cahayaNya menembus hati.

Saudariku, jodoh ada ditanganNya. Justru orang-orang yang aku temui, semakin cantik mengenakan jilbab, seperti perempuan anggun itu. Aura hangat terpancar darinya. Rezeki adalah limpahan dariNya. Perempuan anggun tadi tetap tak gentar menghadapi hidup, terus berjuang di jalanNya, begitu pula untuk berkarya. Akan ada jalan jika mau dan berserah padaNya. Allah akan bersama orang-orang yang sabar.

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka””. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.”
Q.S.Al-ahzab:59

Saudariku, dan kini aku ingin belajar benar-benar menjadi perempuan anggun tadi.Mudah-mudahan istiqomah menyertaiku. Mudah-mudahan batinku lebih baik dari lahirku. Aku bukanlah siapa-siapa tapi aku ingin menjadi salah satu yang disayangiNya.=)
Sekali lagi bukanlah ukuran suatu penampilan itu, bukanlah ukuran panjang tidaknya jilbab yang kita pakai, bukanlah point penting pertama yang dinilai Allah, tapi hal pertama yang perlu kita tanyakan di hati kita masing-masing. Maha Suci Allah dengan segala KuasaNya.

Aku bukanlah siapa-siapa.. hanya seseorang yang selalu senang untuk diingatkan ^^ agar bisa memperbaiki diri.

Ya Rabb, ampuni kami, lindungi kami dari menganggap diri ini besar, padahal Engkau menganggap diri ini kecil.
Ya Rabb, jagalah lisan kami, agalah hati kami, agar tetap istiqomah, agar kami bisa bertemu denganMu
Ya Rabb, berikanlah kami imam yang dapat mengantarkan kami kepadaMu
Ya Rabb, mudahkanlah kami untuk memperbaiki diri dan saling mengingatkan, diri yang masih jauh dari dekat denganMu
Ya Rabb jadikan batin ini lebih baik dari lahir ini.
Alhamdulillah =) karena Engkau tetap menyayangi kami dan mengampuni kami =) Bismillah

Ada kisah nyata dari saudari sekar( Aku mengambilnya dari salah satu situs jejaring sosial yang paling marak) Mudah2an semakin menguatkan kita semua, semakin memancarkan mutiara kita semua, untukku dan untukmu saudariku =)

●●Mengapa Saya Berhijab…. ? ●●

(Sebuah kisah nyata Sdr. SEKAR)

Jujur, saya tidak memiliki jawaban yang pasti,
Saya HANYA ingin pulang, kembali ke ALLAH …
Yang dapat saya rasakan adalah….
Sudah bukan waktunya lagi berlari-lari mencari kebahagian versi dunia tentunya…
Yang setelah saya peroleh semuanya …
Lalu saya merasa bahwa bukan ini, dan bukan itu arti bahagia,..
Lalu DIMANA….?
Dan saya mengayunkan langkah untuk mencari ALLAH,
Dan langkah pertama saya adalah mengenakan Jilbab.

Sumber idenya adalah dari sifat romantisme saya,
Jika saya ingin mendekat kepada kekasih saya…
Maka hal pertama adalah saya harus mempercantik diri,
ALLAH menyukai perempuan yang menutup auratnya dengan hijab,
Perhiasan seorang perempuan muslimah adalah akhlaknya yang solehah,
Orang akan langsung mengenali saya bahwa saya adalah muslim karena jilbab saya,
Karena jika tidak maka saya tidak ada bedanya dengan yang bukan …
Iya HANYA ini langkah awal saya…. HANYA ini.

Kemudian tarikan tarikan ALLAH terus membetot ubun-ubun saya…
Untuk melepaskan semua atribut kejahiliahan saya …

TANPA saya sadari…
Saya mulai mencintai hal-hal yang menuju kepada Sang Pemilik napas saya,
Saya terbawa arus kebaikan,
Saya tenggelam di danau pengajian,
Saya terdampar dipadang illalang yang berisi dzikir,
Saya bermahkotakan Al Quran dan Hadits,
Saya tiba-tiba sangat mencintai tahajud,
Saya menjadi seperti penari dalam kalimat taubah dan hamdalah

Dalam proses kemudian…
Saya mulai meninggalkan rok mini saya,
Berhenti memakai tanktop,
Bahkan blus lengan pendek
Apalagi celana pendek saya jauh saya tanggalkan…
Lalu saya mulai berhenti mewarnai dan meluruskan rambut gelombang saya …
Dan entah mengapa saya merasa lebih cantik…
Dengan membuang jauh-jauh pakaian itu,

Sahabat saya bilang :
“De, yang penting kan hati, loe tidak perlu berjilbab pun loe bisa menjadi baik“
Sahabat saya tidak salah …
Tapi untuk saya, jilbab adalah sifat taat terhadap ALLAH
Dan sifat sosial saya dari menjaga diri saya terhadap tarikan tarikan mata maKhluk berburung.

Bukankah indah akan semakin indah bila tertutup,
Akan menarik jika ia tidak terlihat,
Akan tetap menjadi misteri,
Yang tidak pernah akan selesai kecuali memiliki,
Sesuatu yang tidak bisa disingkap apalagi disentuh akan menimbulkan kerinduan…
Yang tersembunyi dengan baik dan terjaga akan memiliki nilai yang tinggi…
Tanpa hijab, tidak ada daya tarik, tidak ada KERINDUAN…

Bukankah ALLAH adalah misteri,
Dan tersembunyi maka kita semua merindukanNYA,
bisa dibayangkan jika ALLAH terlihat oleh mata dunia kita kan?

Iya, inilah saya yang tidak pernah punya jawaban…
Mengapa saya tiba-tiba kesetrum dan mengenakan jilbab …
Hanya ALLAH yang memiliki jawabannya
Karena saya tidak sanggup menjawab,
Yang pasti ketika kening menyentuh sajadah,
Ketika airmata tumpah saat tahajud,
Ketika tangan terangkat tinggi-tinggi untuk memohon ampunan,
Ketika titik NOL adalah titik kepasrahan saya…
Atas semua yang ALLAH titipkan kepada saya,
Ketika tidak ada lagi jarak antara ALLAH dan saya,
Ketika jilbab saya menutup dada saya,
Ketika rok panjang semata kaki menjadi perhiasan saya kini,
Maka inilah kebahagian yang sesungguhnya saya CARI kemarin …

Doakan saya kuat dan istiqomah dengan langkah yang saya ayunkan ini …
Doakan saya kuat dan istiqomah dengan tarian tanpa topeng ini,
Dengan dawai tasbih dan hamdallah…
Saya ingin berpulang dengan pakaian yang disukai ALLAH

Ya ALLAH kuatkan saya…
Hingga saya menutup mata,
Mempertanggung jawabkan semua perbuatan saya
Di mahkamah agung milik MU …

Mari belajar hijab dengan syari dan belajar memancarkan mutiara hati. Karena saat kita lahirpun kita adalah pilihan yang mempunyai pancaran khas mutiara masing-masing ^^

Advertisements

6 comments on “Bersinarlah mutiara hati…

  1. Ikochan
    February 17, 2011

    Bagus skali vochan,, terharuuu, sediiih, dan seneeeeng…:)

    • chocolateva
      March 29, 2011

      Alhamdulillah… =) aq jg bu.. musti berjuang lebih keras lagi… ^^)/ hamasah

  2. Wati
    March 9, 2011

    hiks… ingin spt mereka..yg begitu anggun & berjilbab rapi.. berhati bersih..sll mengingat Allah… smoga bs menyusul.. amiiin

    • chocolateva
      March 29, 2011

      🙂 amin.. hayuks bu qt motivasi diri untuk menjadi mereka… mdh2n Allah memudahkan qt.. amin =)

    • chocolateva
      March 29, 2011

      trimakasih bu wati 🙂 udah berkenan berkunjung ^^

  3. risnarahma
    May 3, 2011

    nice story.. ^__^
    thanks for sharing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 7, 2011 by in Teduh hati and tagged , , , .
February 2011
T W T F S S M
« Oct   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Blog Stats

  • 72,482 hits
%d bloggers like this: