Chocolateva's fruit

try to be usefull person,simplify,share,and smiled ^^

Finally, I did it.


Berawal dari sebuah itinerary yang menyulut seutas tali bom waktu. Sebongkah bom besar bagai di film kartun Tom & Jerry. Hitam pekat bulat, berisi sejuta keinginan untuk berkeliling Indonesia salah satunya. Imagine, sumbu tali itu tersulut oleh percikan api, berjalan perlahan dan siap meledak. Tak terpungkiri, tanggal 20 Januari 2012, benar-benar meledak 🙂 dimulailah trip dengan pengalaman unik dan menarik.

Sebenarnya bukan kali pertama bertualang, hanya saja, bagi saya setiap trip, make the first experience for me ^^  ditambah komposisi teman-teman baru yang akan saya kenal. Serangkaian perjalanan yang terencana berakhir di hari Senin, namun tetap saja berakhir di hari Selasa.

Akhir pekan, bukan maksud hati melarikan diri dari “rutinitas seharusnya”, ikut berjaga di gardu registrasi genap. Namun jauh hari sebelumnya, bapak gardu kami yang baik hati telah menyetujui perizinan yang saya ajukan. Tiket perjalanan beserta pirantinya pun sudah tervalidasi.

Jumat, sore itu, bergegas mengemas barang-barang yang harus dibawa, pakaian, mukena, jaket, sarung tangan, jas hujan, peralatan mandi, kaos kaki, handuk, kantung plastik, coklat dan pocket camera. Memang tas ransel hitam saya lebih terdominan dengan pakaian, bukan bermaksud untuk fashion show, sedikitpun tak terbesit untuk itu, tapi dengan pertimbangan lama perjalanan yang hampir 5 hari, itu pun saya gunakan konsep satu hari satu pakaian. Saya sangka, ransel hitam dengan berat kira-kira 7kg-an itu termasuk besar, ternyata setelah berbaur dengan teman-teman yang lain, ransel saya termasuk kategori kecil, ukuran standar yang tidak sebesar lainnya.

Saya sarankan, bawalah barang-barang seperlunya, persiapkan cadangan serta perhatikan cuaca dan medan yang akan dituju. Obat-obatan juga perlu bagi yang membutuhkan, senter, syal, kupluk, dan coklat. Karena coklat salah satu makanan yang mudah diserap, mudah dibawa,dan cukup menambah energi. Biasanya untuk trip dengan rombongan besar, akan menyewa mobil atau elf untuk mengantarkan ke setiap perjalanan, jadi tidak mengapa jika kita membawa tas kecil yang akan menemani selama tracking.

Mendaki gunung, salah satu menu perjalanan kami, cukup mendebarkan untuk saya, apalagi nama yang tidak asing lagi, gunung Bromo. Waktu yang tak banyak, menuju menit-menit keberangkatan. Patutlah jika saya terkesan terburu-buru dan kurang persiapan. Kereta yang akan kami tumpangi berangkat pukul 17.00 WIB, dari Stasiun Hall Bandung. Sedangkan pukul 15.30 WIB posisi saya masih di kosan sembari menunggu adzan. Untung saja, kemacetan tidak terlalu mengajak bercanda. Alhasil, kami pun berangkat dengan jam semestinya menggunakan kereta api bisnis, Mutiara Selatan menuju Surabaya.


Perjalanan diperkirakan memakan waktu 14 jam, iya, dan kami sampai di stasiun Surabaya Gubeng sekitar pukul 07.00 WIB. Selama perjalanan kami habiskan dengan istirahat dan mengobrol. Kami disuguhi pemandangan gunung beberapa saat sebelum gelap. Saya pun sempat melihat jalan tol naggrek, bagus, panjang berkelok. Jalan itu masih terlihat baru dibangun, jalan itu memang dipersiapkan untuk mengantisipasi padatnya simpangan mobil yang melintas jalur selatan, ditambah rawan kecelakaan. Gunung dan bukit di sekitaran Bandung nampak elok, tetapi saya lupa nama gunung atau bukit yang sudah pernah diberi tahu satu per satu itu. Seingat saya, masih di sekitar Bandung juga, tengah ada pembangunan lapangan stadion. Stasiun lelesan adalah batas kami bisa melihat pemandangan luar dengan jelas, karena hari mulai gelap.

Penasaran rasanya menunggu hari esok. Sesekali lampu kota menyapa kami, bak raja yang dipersilakan lewat, motor dan mobil di jalanan pun berhenti di batas palang kereta. Suara menderu bagaikan hujan, kereta melaju dengan cepat.

Itinerary pun menunggu, Madakaripura, Pekalen, Gunung Bromo, Pantai Bentar, Pasir Berbisik, Bukit teletubis, Kawah Ijen, Paiton, Secret Zoo, Citilight Malang, Pasar Buah, Coban Rondo,  Lampion Batu Night Spectacular, Songgoriti, Taman Apel. Will it all be visited? Will it all passes? 🙂

Surabaya will wait us. I was curious to step myself in the city where the first place that I visited.

to be continued… 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 28, 2012 by in story and tagged , , , , .
January 2012
T W T F S S M
« Dec   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Blog Stats

  • 73,084 hits
%d bloggers like this: