Chocolateva's fruit

try to be usefull person,simplify,share,and smiled ^^

Le riz pecel fidele


Tak lain adalah nasi pecel, hanya saja ditambah dengan imbuhan fidele, yang artinya setia. Le riz pecel fidele yaitu nasi pecel setia.

Salad Indonesia, saya percaya makanan ini bisa mendunia suatu saat nanti. Bahkan sudah ada di Suriname, dengan cita rasa yang berbeda tentunya, karena saya belum pernah makan pecel Suriname, bahkan ke Suriname, just ice breaking, kita bayangkan saja nikmatnya pecel Indonesia.

Kuliner Indonesia sangatlah unik dan beragam, setiap daerah biasanya ada makanan khas, tentunya ada dua rasa dominan bagi saya, enak dan enak sekali. Selama trip, beberapa kali kami menyatap nasi pecel. Jadilah nasi pecel menjadi menu setia kami.

Setiba di Stasiun Gubeng Surabaya, kami mengisi perut dengan sarapan nasi pecel(gambar di atas model pecel yang kami makan). Harganya lumayan murah, hanya dengan 4000 rupiah, nasi pecel komplit siap menjadi energi baru kami.

Nasi hangat, rebusan sayur taoge, bayam, kacang panjang, ditambah mentimun, daun kemangi, taburan bawang, disiram dengan bumbu kacang yang tidak terlalu pedas, tempe goreng, bakwan jagung, dadar telur dan dilengkapi peyek kacang.

Enak, nikmat. Hanya saja, saya tidak bisa menghabiskan nasi pecel perdana trip yang enak itu, biasanya setiap kali makan, piring saya selalu bersih, tapi entah kenapa, perut saya cepat kenyang setelah perjalanan jauh, padahal porsi yang saya pesan cuma setengah. Teh manis hangat pun tak ketinggalan menyapa perut kosong ini.

Orang Indonesia memang pandai memasak, kreatif memasak, mengolah sedemikian rupa makanan hingga berhasil membuat penikmatnya berkata enak. Salah satu bentuk kreatif orang Indonesia pada menu pecel yaitu sesama pecel pun berbeda antara satu tempat dengan lainnya. Seingat saya, pecel madiun punya komposisi tambahan yaitu jantung pisang, mlandingan, dengan lauk kering tempe.Sedangkan pecel Solo biasanya ditemani aneka bacem manis dengan sambal pedas yang tetap manis.

Pecel biasanya disajikan dengan sambal kacang, dan khasnya menggunakan sayuran hijau yang direbus. Tak hanya manusia, pecel pun punya kembaran, yaitu urap atau kadang orang banyak menyebutnya gudangan atau kluban, karedok, dan gado-gado.

Urap juga menggunakan beragam sayur hijau rebus, bedanya sambal yang disiram bukan kacang melainkan parutan kelapa bertekstur pedas. Karedok menggunakan bumbu yang sama dengan urap, tapi sayur yang digunakan biasanya mentah. Sedangkan gado-gado biasanya ada komposisi tambahan seperti kentang dan tahu, tidak banyak memakai sayur hijau namun sambal yang sama dengan pecel.Hmm jadi kangen masakan khas jawa ini.

Menu siang kami juga masih sama, nasi pecel bungkus dengan ayam goreng. Makan siang yang tidak terlalu jauh waktunya dengan makan pagi sebelumnya. Lebih tepatnya, nasi pecel dengan sambal kacang yang lebih legit itu sebenarnya adalah jatah makan pagi yang terlambat dan dimakan menjelang dzuhur.Iya, tetap saja enak.

Nuansa makan malam kami lebih beragam. Ada urap sayur, pecel tengiri dan pare, tahu tempe goreng, karedok kacang, sayur lodeh jipang, dengan dua pilihan nasi yaitu nasi jagung atau nasi biasa. Tinggal ambil sesuai selera, ditemani wedang jahe hangat.

Sarapan pagi setelah pendakian, yoschi hotel menyuguhi kami nasi goreng dengan dadar telur dan acar. Yang membuat menarik dari menu pagi kami adalah teh hangat Wonokromo yang khas. Kata salah satu pelayannya yang fasih berbahasa inggris itu bilang, “Teh ini asli khas dari wonokromo, diracik dengan sedikit mint.” Benar-benar unik rasanya. Sayang sekali kami tidak bisa mencicipi menu lainnya, Special potatoes dishes, yoghurt, brown bread, porridge and bromo soup.


Tiba di kota Batu yang dingin, kami menikmati nasi rawon dalam santap siang kami. Sebenarnya sudah bukan jam makan siang, karena ketika itu sudah menjelang magrib. Nasi rawonnya enak, hanya saja masih lebih enak rawon buatan ibu.

Nak usai pusing-pusing, sembari berdialeg melayu, di kota Batu, santap malam kami adalah bakso malang yang cukup menghangatkan badan didinginnya malam.

Tak mau ketinggalan, sarapan kami di hari berikutnya adalah kembali pecel. Di rumah makan bertuliskan khas jawa itu sebenarnya menyediakan banyak menu, tapi sekali lagi, kami, satu meja makan itu memilih menu pecel dengan daging empal gepuk. Kali ini per porsi dijatah 20rb per orang. Daging empal gepuknya recommended. Sayurnya juga lebih beragam.

Malam berikutnya, masih di Batu, kami kunjungi rumah makan lesehan sate kelinci. Saya belum bisa makan sate kelinci sampai detik itu, entah kenapa, saya lebih suka memilih menu lainnya, sayur asem yang segar, gurame bakar, gurame goreng, penyet tahu tempe terung.

Sarapan di hari terakhir, sebungkus nasi pecel hangat ditemani teh manis. Benar-benar le riz pecel fidele.

Saatnya membeli oleh-oleh di harum manis. Tak ada pecel kali ini, adanya beragam jajanan khas yang terdominan dari apel dan aneka kripik buah,ubi maupun tempe tahu. Saya mengambil beberapa kantung kripik apel, salak, ubi madu dan ubi ungu. Beberapa sale pisang berbentuk buah anggur, dodol apel yang lebih lembut dari jenang atau dodol garut, dan manisan apel yang katanya sekeras sendal tapi si kenyil tetap enak.

Ada yang unik di sana, es krim jamur. Tersedia banyak rasa, apel,strawberry, sirsak, melon, vanila, jambu dan coklat. Saya pun mencicipi es krim jamur sirsak. Dengan 2000 rupiah per satu rasa, es krim manis itu berhasil mengobati rasa penasaran saya, kreatif.

Menjelang sore, Malang, kami pun mampir di Bakso Malang Pak Man. Tempatnya sederhana, namun ramai pengunjung. Bapak pelayannya ramah, dengan logat jawa timur yang kental. Bakso bakar dengan 7500 rupiah per porsi ini menjadi menu andalan. Bakso malang originalnya juga enak, hanya 6000 rupiah. Konsep rumah makan disini menerapkan serve yourself.  So, serve yourself and say “delicious”

So, can you count? How many times we eat pecel? Le riz pecel fidele. Don’t worry, I’m just kidding. No reward if you find the answer successly.

Enough for culinary. The next is our adventure story. We feel sad,happy,comfortable,wonderful,amazing,astonished,spooky place, secret place, shining place, city light, cold place, warm place.

to be continued….  

Subhanallah, Engkau menciptakan kami lengkap dengan indera perasa hingga kami bisa merasakan asin,manis, pahit, asam bahkan pedas yang notabene merupakan rasa yang timbul karena iritasi pada lidah.
Alhamdulillah, Engkau masih memberi kita nikmat sehat, terhindar dari kanker lidah, sariawan, geographic tongue, Atrophic glossitis, fissured tongue, coated tongue, atau glossopyrosis, hingga indera perasa pun dapat berfungsi dengan normal.

Jika dalam codingan, untuk membedakan 5 rasa, setidaknya perlu beberapa kondisi. Apalagi dalam satu rasa punya kadar yang berbeda-beda, pasti akan membuat si source lebih complex. Alhamdulillah ya Allah, dengan detail Engkau menciptakan kami. 🙂

Advertisements

2 comments on “Le riz pecel fidele

  1. adi
    January 29, 2012

    pecel itu saus (sambel kacang) nya disiram #CMIW, ada juga kembarannya yaitu lotek sausnya diulek dadakan..

  2. chocolateva
    January 30, 2012

    iya disiram kak ^^ oya ketinggalan, ada lotek juga, tp sbnrnya mirip pecel bgt klo lotek, di tempatku lotek itu biasanya malah buah kyk rujak gtu.. memang tiap daerah punya sebutan masing-masing yang khas 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 29, 2012 by in story and tagged , , , , .
January 2012
T W T F S S M
« Dec   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Blog Stats

  • 72,482 hits
%d bloggers like this: